Sabtu, 17 Mei 2014

Tips Dalam Desain Kamar Tidur Anak

KAMAR tidur adalah salah satu area sentral di rumah bagi Anda dan keluarga, kamar tidur memiliki berbagai peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari penghuninya, oleh karena itu desain kamar tidur harus dirancang mampu menyokong peranan aktifitas si penghuninya. Begitu pula untuk kamar tidur anak, yang memiliki peranan penting dalam kehidupannya dan di tempat inilah anak-anak akan melewati masa pertumbuhannya oleh karena itu dalam membangun dan desain kamar tidur anak haruslah menarik.
Untuk mendapatkan desain kamar tidur anak yang menarik  haruslah kita sesuaikan dengan karakter anak, karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda, anak perempuan tentunya berbeda dengan anak laki namun dalam mendesain kamar anak haruslah kita sesuaikan karena kepribadian anak secara tidak langsung terbentuk di ruangan ini
Cara Mendesain kamar  Anak
Sebagai orang tua kita haruslah mengetahui hal-hal yang di sukai dan apa kegemaran anak. Untuk mengetahuinya maka perlu kerja sama dengan anak agar orang tua dapat menyesuaikan desain kamar tidur sesuai dengan imajinasi anak sehingga membuat anak betah dan merasa nyaman tinggal di kamarnya
Desain Kamar tidur anak Perempuan
kamar tidur anak perempuanAnak perempuan usia 6-12 tahun sangat menyukai benda-benda yang indah, lucu, cantik dan berwarna menarik.Motif atau pola bunga, boneka, meja rias dan cermin serta dominasi warna cerah misalnya pink yang sangat ‘girlie’ dan feminin pasti sangat menarik bagi gadis-gadis kecil yang sudah mulai ingin berdandan, bermain boneka dengan teman-teman sebayanya.
Desain Kamar tidur anak laki-laki
kamar tidur anak laki-lakiImajinasi tentang karakter kartun favorit yang ditontonnya pada televisi biasanya menjadi dominasi aksen pada ruang tidur anak laki-laki. Sedangkan hobby maupun olahraga kesukaan mereka akan tampak pada ciri khas furniture yang diperlukan untuk menyimpan benda-benda hobby dan peralatan olah raga mereka.Ruang tidur anak laki2 cenderung mencerminkan kepribadian yang kuat melalui aktifitas favorit mereka dalam warna yang lebih tegas atau menyesuaikan dengan tema karakter kartun kesukaan/superhero.
Demikian Tips dalam merancang desain kamar tidur untuk anak semoga dapat bermanfaat bagi anda semua
(berbagai sumber)
Bila Anda membutuhkan Jasa Kontraktor Bangun, Renovasi Rumah untuk mendesain kamar tidur anak anda hub 08159224483

6 Hal Penting yang perlu diperhatikan kala renovasi rumah tinggal type 36 | mungil

Berikut ini 6 Tips dalam Merenovasi rumah tinggal type 36 (mungil) yang merupakan standar ukuran rumah diperumahan dengan spesifikasi 2 kamar tidur, kamar tamu, kamar keluarga., kamar mandi, taman depan.
Renovasi Rumah Minimalis Type 36
Desain Renovasi Rumah Minimalis Type 36
Sebelum melaksanakan kegiatan renovasi rumah tinggal type 36 (mungil) akan lebih baik jika terlebih dahulu kita teliti  bagaimana kondisi existing rumah yang akan direnovasi sehingga dapat direncanakan langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan renovasi, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
  1. Bagaimana kondisi pondasi rumah yang akan direnovasi, apakah cukup kuat untuk masa waktu rumah yang direncanakan nantinya, jika tidak kuat maka kita memerlukan pekerjaan pondasi tambahan sebagai perkuatan struktur rumah, sehingga didapatkan sebuah rumah yang kuat sebagai hasil renovasi tanpa adanya keretakan maupun posisi rumah yang miring.
  2. Bagaimana kolom praktis rumah tersebut, apakah sudah menggunakan kolom dengan beton dan spesifikasi pembesian yang kuat, jika tidak maka akan lebih baik untuk diadakan perbaikan terlebih dahulu pada bagian kolom agar dihasilkan sebuah rumah yang kuat.
  3. Bagaimana kondisi dinding rumah, pembangunan perumahan yang kejar target dari segi waktu maupun mencari keuntungan yang terlalu tinggi bisa jadi menyebabkan pekerjaan dinding yang tidak baik, misalnya penggunaan campuran semen dan pasir yang cukup, penggunaan batu bata atau batako yang baik sehingga tidak terjadi keretakan dinding atau pengelupasan plesteran.
  4. Bagaimana kondisi atap, atap rumah type 36 di perumahan seringkali menggunakan genteng beton dengan rangka kayu, sebelum melakukan renovasi rumah perlu diteliti dahulu apakah ada potensi kebocoran nantinya, apakah model atap nantiya perlu dirubah untuk menyesuaikan desain rumah hasil renovasi, dan yang terpenting adalah tidak terjadi kebocoran sehingga dapat menyebabkan kerusakan plafond dibawahnya.
  5. Bagaimana kondisi lantai, misalnya apakah elevasi rencana renovasi lantai perlu dinaikan dengan melihat potensi kenaikan air disaat hujan maupun banjir, atau rencana kedepan kenaikan elevasi jalan raya disekitar rumah, sehingga elevasi lantai pasca renovasi berada pada ketinggian yang aman.
  6. Berapa ketinggian plafond, dengan menaikan elevasi lantai tentu menyebabkan kurangnya tinggi plafond sehingga membuat ruangan tidak sejuk dan membuat rasa tidak aman takut runtuh karena plafon terlalu pendek.
Beberapa hal lain juga perlu dipertimbangkan sebelum melaksanakan renovasi rumah tinggal type 36 (mungil) di perumahan sehingga dapat dihasilkan hasil pekerjaan renovasi rumah dengan kualitas maksimal.
Bila Anda membutuhkan Informasi penting mengenai Jasa Kontraktor Bangun & Renovasi Rumah tinggal type 36 : hubungi 08159224483

Cara Menghitung Biaya Bangun & Renovasi Rumah, lihat disini…

Menghitung Rancangan Anggaran Bangun RumahBila Anda memiliki rencana membangun / renovasi rumah, mungkin artikel dibawah ini bisa membantu dalam menentukan cara menghitung biaya bangun & renovasi rumah Anda, sebelum melangkah lebih lanjut dari rencana yang sudah diputuskan.
Dalam suatu proyek Pembangunan Rumah atau Tempat Tinggal, pemilik bangunan umumnya menghendaki pengeluaran biaya yang sehemat mungkin, tetapi dapat memperoleh rumah tinggal dengan kualitas tinggi dan sesuai yang di harapkan. Biaya atau dana berperan sangat penting dalam suatu proyek pembangunan rumah.
Dengan penyusunan perhitungan suatu rancangan bangunan biasanya dilakukan 2 (dua) tahapan yaitu :
Estimasi Biaya Kasar, yaitu penaksiran biaya secara global dan menyeluruh yang dilakukan sebelum rancangan bangunan dibuat.
Perhitungan Anggaran Biaya, yaitu penghitungan biaya secara detail dan terinci disesuaikan dengan perencanaan yang ada.
Tahapan Estimasi Biaya
Penaksiran anggaran biaya yang dilakukan adalah melakukan proses perhitungan volume bangunan yang akan dibuat, harga  satuan standar dari tipe bangunan dan kualitas finishing bangunan yang akan dikerjakan.
Karena taksiran dibuat sebelum dimulainya rancangan bangunan, maka jumlah biaya yang diperoleh adalah taksiran kasar biaya bukan biaya sebenarnya atau actual, sebagai contoh:
Jenis bangunan dengan standar bangunan kelas A, maka harga satuan standarnya adalah @ Rp 3.500.000,-/m2, Luas bangunan 100 m2, maka asumsi biaya yang dibuat adalah : luas bangunan dikalikan dengan harga satuan standar, yaitu: 100 x @Rp 3.500.000,-/m2 = Rp 350.000.000,-
Tahapan Perhitungan Anggaran Biaya
Perhitungan anggaran terperinci dilakukan dengan cara menghitung volume dan harga-harga dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan, agar nilai bangunan dapat dipertanggung jawabkan  secara benar dan optimal. Cara penghitungan yang benar adalah dengan menyusun semua komponen pekerjaan mulai dari tahapan awal pembangunan (Pekerjaan persiapan) sampai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan (Pekerjaan Finishing), contoh:
Pekerjaan Persiapan terdiri dari: pembersihan lahan, cut and fill, pagar pengaman, mobilisasi dan demobilisasi.
Pekerjaan Sipil, terdiri dari pondasi, sloof, kolom, dinding dan rangka penutup atap.
Pekerjaan finishing, terdiri dari lantai, dinding, plafond dan penutup atap.
Pekerjaan Instalasi Mekanikal, Elektrikan dan Plumbing, terdiri dari jaringan listrik, telepon, tata suara, tata udara, air bersih dan air kotor.
Pekerjan luar/halaman, terdiri dari perkerasan jalan, jalan setapak, pagar halaman dan taman.
Cara penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) setiap item pekerjaan tersebut di atas biasanya dibuat berdasarkan jenis material dan komponen pekerjaan, misalnya :
Komponen beton, cara penghitungannya dilakukan dengan membuat perhitungan volume secara satuan isi (m3), dikalikan dengan harga satuan per m3 yang disusun berdasarkan analisa penggunaan material per m3 @ Rp m3)
Komponen material lantai, dinding dan plafond dilakukan dengan menghitung luasan area yang ada (m2) dikalikan dengan harga satuan per m2 yang disusun berdasarkan analisa penggunaan bahan per m2 ( @ Rp/m2)
Komponen material pekerjaan finishing seperti tali air, talang air, jaringan pipa dan pengkabelan dilakukan dengan menghitung panjang bahan yang dipakai (m1) dikalikan dengan harga satuan material perm1 (@ Rp/m1)
Komponen material besar seperti daun pintu, jendela dan peralatan dilakukan dengan menghitung jumlah material yang dipakai (unit) dikalikan dengan harga satuan material per-unitnya (@ Rp/unit), bisa juga dengan perhitungan volume secara detail, yaitu : kusen (m3), daun pintu (m2), kaca (m2), daun jendela (m2), material lainnya (bh). termasuk finishing.
Komponen material yang sulit dihitung tetapi harus dikerjaan dilakukan dengan menentukan status lumpsum (ls), artinya untuk pekerjaan itu nilai besaran ditentukan berdasarkan cakupan pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan yang dikekendaki oleh perancang, biasanya komponen ini tidak ada harga satuannya tetapi langsung menyebutkan nilai total dari komponen pekerjaan tersebut
Usahakanlah untuk menghitung biaya bangun & renovasi rumah secara detail karena akan lebih akurat dan cenderung hemat.
Cara Menghitung Biaya Bangun & Renovasi Rumah pada umumnya dibuat berdasarkan 5 hal pokok, yaitu:
Taksiran biaya bahan-bahan, Harga bahan-bahan yang dipakai biasanya harga bahan-bahan di tempat pekerjaan, jadi sudah termasuk biaya transportasi atau angkutan, biaya bongkar muat.
Taksiran biaya pekerja. Biaya pekerja sangat dipengaruhi oleh: panjangnya jam kerja, keadaan tempat pekerjaan, ketrampilan dan keahlian pekerja yang bersangkutan terutama dalam hal upah pekerja.
Taksiran biaya peralatan, Biaya peralatan yang diperlukan untuk suatu jenis konstruksi haruslah termasuk didalamnya biaya pembuatan bangunan-bangunan sementara (bedeng), mesin-mesin, dan alat-alat tangan.
Taksiran biaya tak terduga atau overhead cost, Biaya tak terduga biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu: biaya tak terduga umum dan biaya tak terduga proyek.
Taksiran Keuntungan atau Profit, Biaya keuntungan untuk pemborong atau kontraktor dinyatakan dengan prosentase dari jumlah biaya total yang berkisar antara 8-15%.
Penjelasan diatas adalah sedikit dari Cara Perhitungan Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Rumah, Semoga info ini bisa bermanfaat ….!!!
untuk  lebih jelasnya silahkan hubungi 08159224483